Review The Little Venecia di kota bunga bogor
Hai dear ketemu lagi dengan oarang yang kurang kerjaan dan sedang belajar bikin tulisan
Yupsss langsung aja tanpa banyak basa basi
Kemarin tanggal 22 oktober 2016 kebetulan saya dan suami jalan-jalan ke daerah puncak
Karna penasaran saya ajak suami mampir ke kota bunga untuk mengunjungi the little venecia yang booming di facebook
Jujur saja dari akses nya ternyata tak sesuai dengan yang di bayang kan
Akses nya sendiri seperti akses ke perumahan-perumahan atau mungkin yang di sewakan sebagai villa
memang suasana nya asri dan sangat sejuk maklum di puncak
saya pun sempet bingung mencari jalan untuk sampai ke tempat ini dengan modal larak lirik kiri kanan mencari-cari petunjuk arah akhir nya sampai juga
nah di sini awal ke kecewaan saya karna dari luar saja tempat nya sudah terlihat tak terawat,saya berusah abaikan semua dan berharap di dalam akan mendapatkan kenyamanan
Masuk lah saya dengan membayar Rp. 25.000,- orang,kami di sambut dengan alunan lagu khas eropa
dan jeng jeng jeng di dalam kotor,sampah berserakan di jalanan dan di pot-pot bunga
bahkan kantong plastik/keresek dari sebuah minimarket di biarkan begitu saja
Bangunan-bangunan yang cat nya memudar,kusam hitam dan gelap sehingga membuat saya nggan untuk berlama-lama
Rumput yang panjang dan tak terawat tumbuh di sekitar patung merlion,karna di ujung nya ada paung merlion :D
Saya mencoba menyusuri pinggiran sungan nya alangkah terkejut nya saya saat melihat kedalam bangunan yang berada di pinggir sungai ternyata banyak menumpuk plastic-plastic entah bekas atau pembungkus dagangan
tidak sampai 1 jam saya pun mengajak suami untuk pulang,parkir gak sampai 1 jam harus membayar Rp. 5.000,- yah mungkin karan tempat wisata
bagi anda yang ingin berkunjung ke sana silahkan saja tapi jangan berharap lebih.
Sekian dan terima kasih :D
Senin, 24 Oktober 2016
Rabu, 12 Oktober 2016
Hai apakabar?
Bolehkah aku menyapa?
Iya ini aku orang yang pernah kau pandang sinis
Orang yang kau anggap perebut kebahagian
Orang yang selalu menjadi alasan atas apa yang hilang dari mu
Tidak
Aku tidak seperti itu
Aku tak pernah merasa merampas apapun darimu
Kamu tahu?
Saat lelakiku berhenti menjadi lelakimu karna kau punya lelaki lain
seberapa banyak dia terluka?
Seberapa besar dia menderita?
Aku mencoba menghapus semua itu
Kau takan pernah tau seberapa panjang dan keras nya perjuangan ku
Menghapus jejak2 mu dengan siraman hujan cintaku
Mengganti warna pelangi yang pernah kau tinggalkan
Berapa lama aku menunggu agar dia berpaling dan menatap wajahku
Sakit
Aku tau kau pasti merasa sakit
Untuk apa semua rasa sakit itu?
Hanya untuk pembelaan diri?
Jangan lah menjadi wanita pengecut yang bersembunyi di balik kata penyesalan
Aku sekarang sudah membuktikan jika mantan lelakimu lebih bahagia setelah menjadi lelakiku
Langganan:
Postingan (Atom)
